pesonadieng.com

Itinerary 2 Hari 1 Malam Wisata Lokal di Ngawi Saat Libur Lebaran

Keindahan air terjun Suwono yang berasal dari mata air yang tak pernah kering  di Kabupaten Ngawi mampu memberikan suasana segar ditengah hiruk pikuknya isu virus corona.
Lihat Foto

– Kabupaten Ngawi tidak hanya menawarkan indahnya pemandangan Gunung Lawu, namun juga beragam tempat wisata menarik yang patut dikunjungi.

Selama periode 6-17 Mei 2021, mudik lebaran diliburkan. Jika kamu berdomisili di Ngawi dan ingin berwisata, kamu tetap bisa melakukannya karena pemerintah tidak menutup tempat wisata.

Baca juga: Seperti Apa Pesiapan Ngawi Sambut Wisatawan Lokal Saat Libur Lebaran?

Namun untuk pengalaman wisata yang sedikit berbeda, kamu bisa coba habiskan dua hari satu malam berwisata dengan bermalam di tempat selain rumah sendiri.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut itinerary dua hari satu malam wisata lokal di Ngawi yang rangkum, Senin (19/4/2021).

Meski tempat wisata sudah menerapkan protokol kesehatan, kamu tetap harus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika sakit.

Hari pertama

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi Totok Sugiharto mengatakan, daerahnya menawarkan dua suasana liburan yang unik dan berbeda.

“Kalau Ngawi ada dua geografis, kita punya wilayah lereng Gunung Lawu. Itu potensi wisata alam. Kalau di (wilayah) bawah itu lebih ke wisata sejarah,” kata Totok, Jumat (16/4/2021).

Untuk memulai kegiatan wisata di hari pertama, Totok menyarankan untuk berkunjung ke wilayah bawah terlebih dahulu. Berikut pilihan tempat wisata yang dapat dikunjungi:

Pengunjung berfoto bersama di sela-sela melihat fosil purba yang dipamerkan di Museum Purbakala Trinil di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (11/7/2018). Sejarah berdirinya Museum Trinil berawal dari penemuan fosil Pithecanthropus Erectus oleh Eugene Dubois pada 1891 di bantaran Sungai Bengawan Solo di kawasan tersebut. 

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA (BAH)
11-07-2018BAHANA PATRIA GUPTA Pengunjung berfoto bersama di sela-sela melihat fosil purba yang dipamerkan di Museum Purbakala Trinil di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (11/7/2018). Sejarah berdirinya Museum Trinil berawal dari penemuan fosil Pithecanthropus Erectus oleh Eugene Dubois pada 1891 di bantaran Sungai Bengawan Solo di kawasan tersebut. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA (BAH) 11-07-2018

1. Museum Trinil

Museum Trinil Ngawi terletak di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar. Tempat wisata ini merupakan rumah bagi fosil manusia purba Pithecanthropus erectus, serta fosil banteng dan gajah purba.

Fakta menarik seputar fosil manusia purba tersebut adalah kerangka telah menempati lokasi tempat wisata itu didirikan sejak sekitar satu juta tahun yang lalu.

Selain dapat melihat tiga fosil tersebut, wisatawan juga dapat melihat beragam fosil yang dipajang dalam etalase.

Baca juga: Mbah Wiro Balung, Sosok Penting Dibalik Berdirinya Museum Trinil yang Kumpulkan Fosil Sejak 1967

Jika ingin bersantai sejenak, kamu bisa duduk dulu di pendopo peristirahatan atau jalan-jalan sambil beli souvenir. Apabila sedang berwisata dengan anak, di sana terdapat area bermain yang bisa digunakan.

Museum Trinil buka setiap Selasa-Minggu pukul 08:00-16:00 WIB. Harga tiket masuknya adalah Rp 3.000 per orang.

2. Benteng van den Bosch

Benteng van den Bosch, juga dikenal dengan Benteng Pendem Ngawi, berlokasi di Jalan Untung Suropati nomor 3, Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi.

Jarak dari Museum Trinil adalah sekitar 15,6 kilometer atau 27 menit. Tempat wisata ini lokasinya juga dekat dengan Alun-alun Merdeka karena jaraknya hanya sekitar 2,2 kilometer atau 7 menit saja.

Tempat wisata bersejarah ini dibangun oleh seorang arsitek Belanda bernama Jacobus van Dentzsch sekitar 1839-1845.

Baca juga: Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Tidak heran jika suasana jadul yang diberikan oleh Benteng Pendem akan sangat terasa oleh wisatawan yang berkunjung ke sana.

Benteng yang sempat dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Februari 2019 ini menawarkan gaya bangunan ala Eropa dan Romawi, lengkap dengan sejumlah perlengkapan lainnya peninggalan pemerintah Hindia Belanda.

Benteng Pendem Ngawi sebelum dipugar./ANGGARA WIKAN PRASETYA Benteng Pendem Ngawi sebelum dipugar.

Saat ini, benteng bersejarah tersebut tengah dipugar dan ditargetkan akan rampung pada awal 2023. Beberapa bagian yang akan direstorasi ke bentuk semulanya adalah barak tentara, mess perwira, serta kediaman dan kantor jenderal.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat