pesonadieng.com

PPKM Mikro, Taman Nasional Togean Sulawesi Tengah Tetap Buka

Salah satu spot wisata bahari yang populer dikunjungi wisatawan (Pulau Papan) di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Lihat Foto

– Balai Taman Nasional Kabupaten Togean (BTNKT) di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, masih menerima kunjungan wisatawan pada masa PPKM Mikro.

“Berdasarkan Surat Edaran Bupati Tojo Una-Una melalui Dinas Pariwisata setempat, kegiatan kepariwisataan di daerah ini tetap beroperasi, termasuk destinasi pariwisata di Kepulauan Togean yang masuk dalam kawasan taman nasional,” kata Kepala BTNKT Sulawesi Tengah Bustang, seperti dikutip dari Antara, Jumat (9/7/72021).

Dalam pengoperasiannya, BTNKT menerapkan protokol kesehatan secara ketat, salah satunya dengan membatasi kapasitas pengunjung hingga 50 persen.

Kendati demikian, jumlah kunjungan masih minim dan tidak sampai satu persen.

Baca juga: Wisata Pulau Togean, Diving di Laut hingga Bermain dengan Ubur-ubur

Bustang menjelaskan, kunjungan wisatawan ke Kepulauan Togean selama enam bulan terakhir tidak mengalami perubahan atau hanya sekitar 132 orang.

Dari jumlah tersebut, 109 orang di antaranya adalah wisatawan nusantara (wisnus), sementara 23 orang lainnya adalah wisatawan mancanegara (wisman).

“Menurut kami kalaupun ditutup, presentasinya sangat minim karena situasi pandemi Covid-19 belum kondusif. Hal ini yang mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan relatif rendah,” ujarnya.

Baca juga: Menyelami Keindahan Bawah Laut di Togean

Kurangnya jumlah kunjungan wisatawan tentu berdampak pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor pariwisata di BTNKT.

Ia menambahkan bahwa pandemi Covid-19 sangat berpengaruh. Bahkan jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis sejak tahun 2020 hingga tahun 2021.

Tidak hanya itu, ia mendapat laporan adanya sejumlah resort atau pelaku usaha pariwisata di Kepulauan Togean yang terpaksa tutup lantaran pendapatan yang terus menurun.

Bustang mengatakan bahwa para pelaku usaha pariwisata mengharapkan solusi pemerintah agar aktivitas mereka bisa berjalan kembali.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat