pesonadieng.com

Candi Muarajambi, Pusat Pembelajaran Buddha yang Terkenal di Jambi

Ilustrasi Candi Kedaton di Kompleks Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muarajambi di Jambi.
Lihat Foto

- Mungkin tak banyak yang tahu, kompleks Candi Muaro Jambi atau Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muarajambi termasuk kawasan cagar budaya Buddhisme tertua dan terluas di Asia Tenggara.

Berlokasi di tepi Sungai Batanghari, Provinsi Jambi, kawasan tersebut memiliki luas 3.981 hektar dengan 11 candi utama. Akan tetapi, diperkirakan ada 82 reruntuhan yang masih terkubur.

Baca juga: Cagar Budaya Muaro Jambi dalam Upaya Pengakuan UNESCO 

"Muarajambi tidak hanya kaya akan sejarah tetapi juga menjadi bukti nyata terciptanya peradaban, terjadinya proses edukasi, dan inovasi penting di masa lalu," ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Fitra Arda lewat keterangan resmi yang  terima, Senin (5/2/2024).

Ia melanjutkan, desain dan tata letak KCBN Candi Muarajambi ini mirip Nalanda, pusat pembelajaran utama di India. 

"Yang menunjukkan bahwa Muarajambi pernah menjadi pusat pembelajaran dan latihan spiritual Buddha yang signifikan," tambahnya.

Ilustrasi Candi Kedaton di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muarajambi di Jambi.Dok. Indonesian Heritage Agency Ilustrasi Candi Kedaton di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muarajambi di Jambi.

Menurut Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah V, Agus Widiatmoko, kawasan ini aktif digunakan dari abad ketujuh sampai abad ke-13. 

Hal tersebut berdasarkan penggalian arkeologis dan analisis penanggalan karbon di kawasan Muarajambi, termasuk di Candi Kotomahligai yang termasuk di dalamnya. 

Tidak hanya itu, kawasan ini terdiri dari kanal kuno, kolam penyimpanan air, dan gundukan yang memperlihatkan struktur batu bata kuno. 

Terdapat pula sejumlah artefak bersejarah, antara lain patung Prajnaparamita, Dwarapala, dan Gajahsimha. Temuan tersebut, ditambah prasasti dan peninggalan lainnya, menegaskan pentingnya KCBN Candi Muarajambi sebagai pusat pembelajaran.

"Kawasan cagar budaya ini tidak hanya memiliki nilai sejarah dan arkeologi yang tinggi namun juga terus berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para cendikiawan yang memperdalam pengetahuan kebijaksanaan," jelas Agus.

Baca juga:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat