pesonadieng.com

9 Etika Naik Kapal Pesiar untuk Pemula, Pelajari Sebelum Berlibur

Ilustrasi kapal pesiar.
Lihat Foto

Kapal pesiar bisa menjadi pilihan berlibur dengan keluarga. Umumnya, paket wisata kapal pesiar sudah termasuk fasilitas lengkap di dalam kapal besar ini.

Ada kolam renang, restoran, ruang bermain, daan tidak lupa kamar yang nyaman untuk menikmati keindahan laut.

Kamu bisa menyimak etika naik kapal pesiar agar liburan terasa lebih nyaman, tanpa mengganggu orang lain.

Baca juga: 3 Syarat Naik Kapal Pesiar yang Bakal Berlabuh di Jakarta, Bawa Paspor

Sikap ini bisa membantu para pemula yang baru pertama kali mencoba wisata kapal pesiar, seperti dilansir Huff Post.

1. Pastikan datang tepat waktu

Kapal pesiar biasanya bersandar di beberapa titik dan memberi kesempatan para penumpang untuk mengeksplor lokasi berlabuhnya kapal ini.

Namun, waktu berlibur di luar kapal pesiar biasanya terbatas. Ada waktu tertentu yang sudah dijadwalkan agar penumpang kembali dan kapal berangkat kembali.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

“Baik untuk makan malam, ke spa, atau kembali ke kapal dari tamasya, terlambat adalah hal yang tidak masuk akal,” kata pakar kapal pesiar Stewart Chiron alias The Cruise Guy.

Ia melanjutkan, kapal bisa saja tertunda keberangkatannya dan kemudian tiba di pelabuhan persinggahan berikutnya.

2. Jangan asal ambil kursi

Selain ruang privat di kamar, kursi di sekitar fasilitas kapal pesiar bisa jadi terbatas jumlahnya. Misalnya, kursi di tepi kolam renang yang cocok dijadikan tempat berjemur pada pagi hari di atas kapal.

Baca juga: Pertama Kalinya, Kapal Pesiar Resorts World Cruise Akan Berlabuh di Jakarta

Jangan asal menempati kursi dengan "menandainya" terbelih dulu. Misal, meninggalkan barang di kursi pagi-pagi sekali untuk menandakan kepemilikian, padahal tidak menduduki kursi  dalam beberapa jam.

“Selain itu, jangan menyita kursi untuk keluarga dan teman yang akan bergabung pada waktu yang tidak ditentukan di masa mendatang,” kata Tami Claytor, pelatih etiket dari Always Appropriate Image and Etiquette Consulting.

3. Jaga kebersihan bersama

Hindari menyentuh makanan di prasmanan kapal pesiar dengan tangan yang tidak bisa dipastikan kebersihannya.

Ilustrasi kapal pesiar Coral Princess. Pasutri asal Australia memilih menghabiskan masa tua dengan berlayar karena biaya lebih murah dari panti jompo.Wikimedia/Bahnfrend Ilustrasi kapal pesiar Coral Princess. Pasutri asal Australia memilih menghabiskan masa tua dengan berlayar karena biaya lebih murah dari panti jompo.

Menurut Ashley Kosciolek, penulis kapal pesiar senior di The Points Guy, menyentuh makanan dengan tangan kosong bisa memicu penyebaran penyakit di kapal.

Sebaiknya, gunakan penjepit atau sendok untuk mengambil makanan dan ambil porsi secukupnya.

4. Jaga anak-anak selama di kapal

Anak-anak biasanya senang bermain, berlari-lari sambil berteriak di sekitar lorong. Tidak ada yang salah dengan hal itu selama keamanan anak terjaga, juga tidak mengganggu orang lain.

Baca juga:

Jadi, pastikan untuk menjaga anak selama berada di kapal pesiar agar tidak mengganggu orang lain.

Kamu bisa menanyakan tempat penitipan anak atau area bermain anak di dalam kapal, sebelum menghabiskan waktu sendiri.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat