pesonadieng.com

Mengapa Toko di Australia Barat Tutup Lebih Cepat Dibanding Jakarta?

Ilustrasi Perth di Australia Barat (Western Australia).
Lihat Foto

JAKARTA, - Jika mengunjungi Australia Barat (Western Australia), kamu akan melihat banyaknya toko yang tutup lebih cepat, dibanding dengan rata-rata toko di Jakarta.

Sebagai gambaran, dikutip dari laman Departemen Energi, Pertambangan, Regulasi Industri dan Keselamatan Kerja Australia Barat, Sabtu (23/3/2024), jam berdagang toko-toko ritel umum di Perth adalah pukul 08.00-21.00 waktu setempat setiap Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat.

Baca juga: Ada Panduan Wisata Muslim di Australia Barat, Bisa Lihat Daftar Masjid

Selanjutnya pada hari Sabtu, jamnya berubah jadi pukul 08.00-17.00 waktu setempat. Kemudian berlanjut setiap Minggu dan hari libur nasional menjadi pukul 11.00-17.00 waktu setempat.

Sementara itu, rata-rata toko di Jakarta tutup setiap pukul 22.00 WIB, bahkan bisa lebih larut saat akhir pekan.

Menurut Market Manager, Tourism Western Australia, Verawati Darmadi, waktu operasional tersebut sebenarnya tidak hanya berlaku di Australia Barat, tapi juga di Australia secara keseluruhan.

"Orang banyak ke Perth, dibilang sepi, terus tokonya cepat tutup. Padahal kamu ke Melbourne atau Sydney, it's the same (sama saja)," tutur Vera saat peluncuran Panduan Wisata Muslim ke Australia Barat di Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2024).

Baca juga: Berapa Biaya Liburan ke Australia Barat?

Ilustrasi Perth di Australia.Dok. UNSPLASH/Nathan Hurst Ilustrasi Perth di Australia.

Hal tersebut, lanjut Vera, disebabkan oleh sumber daya manusia yang mahal, sekaligus menjadi bentuk menghargai sumber daya manusia di negara tersebut.

"Kenapa di sana semuanya begitu, karena human resources (sumber daya manusia) di sana itu mahal. Jadi kebanyakan kalau kamu perhatikan jam kerjanya itu only nine hours of working (hanya sembilan jam bekerja) - satu shift saja," jelasnya. 

Bahkan, ia menambahkan, sesi late night shopping (belanja larut malam) pun hanya sampai pukul 21.00 waktu setempat di Australia Barat. 

Berdasarkan keterangan yang ia dapat dari penduduk setempat, pengaturan jam operasional tersebut bertujuan agar setiap orang memiliki waktu istirahat atau me time setelah seharian bekerja.

Hal ini tentu berbeda dengan kebiasaan wisatawan nasional asal Indonesia yang kebanyakan ingin berbelanja atau berwisata hingga larut malam, termasuk bila ke Australia Barat.

Baca juga:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat