pesonadieng.com

Festival Api Tujuh Likur di Bangka Belitung Hadirkan Gapura dari Obor Menyala

Tampilan gerbang dalam festival api tujuh likur di Desa Mancung, Bangka Barat tahun lalu, 2023.
Lihat Foto

BANGKA, - Festival Api Tujuh Likur Bakal akan diadakan kembali di Desa Mancung, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (6/4/2024).

Festival ini merupakan tradisi unik yang membentuk gambar tiga dimensi dari ribuan obor.

Baca juga:

"Ada enam RT (Rukun Tetangga) yang akan membuat enam gapura tiga dimensi dari nyala api obor," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, M Ali Johan kepada , Jumat (5/4/2024).

Ali menuturkan, Festival Api Tujuh Likur termasuk rangkaian kegiatan jelang Hari Raya Idul Fitri yang rutin dilaksanakan masyarakat Desa Mancung.

Bahkan, malam puncak festival ini diyakini bersamaan dengan malam Lailatulqadar, malam ketika para malaikat diyakini turun melipatgandakan pahala ibadah.

"Malam puncaknya pada Sabtu malam dengan rangkaian kegiatan seperti lomba busana muslim, tilawatil quran, dan hafalan ayat pendek," ujar Ali.

Beberapa gapura utama yang akan dibuat masyarakat berbentuk bangunan masjid, gerbang, dan kubah menara. Ada juga yang berbentuk hewan, seperti lumba-lumba, dan tokoh anime/manga Jepang, Doraemon.

Gapura-gapura tersebut akan terlihat menyala di sepanjang jalan desa dan diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

"Memang selalu ramai dan macet, kami sudah koordinasi dengan kepolisian untuk penertiban," ujarnya.

Baca juga:

Gerbang api tujuh likur berbentuk lumba-lumba di Desa Mancung, Bangka Barat, Jumat (31/5/2019)./HERU DAHNUR Gerbang api tujuh likur berbentuk lumba-lumba di Desa Mancung, Bangka Barat, Jumat (31/5/2019).

Obor yang dipasang di gapura terbuat dari botol minuman energi yang diisi minyak dan diberi sumbu. Setiap gapura menggunakan ribuan botol obor yang disusun di rangka kayu hingga membentuk gambar tiga dimensi.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menggelontorkan dana hibah Rp 50 juta untuk Festival Api Tujuh Likur. Nantinya gapura dengan tampilan terbaik akan diberi hadiah dan penghargaan.

"Mari datang beramai-ramai ke Desa Mancung. Ini adalah tradisi untuk merajut kebersamaan, masyarakat bergotong royong," pesan ALi.

Dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang, dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam ke Desa Mancung menggunakan minibus. Jika ingin menyaksikan prosesi pembuatan gapura sejak awal, dianjurkan datang sejak siang harinya.

Baca juga:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat