pesonadieng.com

Dana Kepariwisataan Ditargetkan Rampung Agustus 2024

Ilustrasi wisatawan saat menonton tari kecak di Uluwatu, Bali.
Lihat Foto

- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa dana kepariwisataan atau tourism fund ditargetkan rampung pada Agustus 2024.

"Tourism fund baru saja diputuskan di rapat dengan presiden dan presiden terpilih, akan diluncurkan. Regulasinya ditargetkan final pada bulan Agustus (2024)," kata Sandiaga dalam program The Weekly Brief with Sandi Uni, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (8/7/2024).

Ia menambahkan, target dana pada tourism fund sebesar Rp 2 triliun dianggarkan untuk Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2025, dan tidak menggunakan konsep iuran pariwisata.

Baca juga: Pemerintah Bakal Bikin Tourism Fund untuk Gaet Event Internasional

Menambahkan dari (5/10/2023), tourism fund ialah dana yang dibentuk untuk mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam hal ini seperti mengundang event-event berkelas internasional, event-event budaya, olahraga, maupun juga MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Generasi Cuan (@gen.cuan)

Sandiaga menyampaikan, dana ini akan digunakan untuk nation branding atau mempromosikan pariwisata di Indonesia.

"Untuk mengundang misalnya ada konferensi besar dunia, seperti kemarin ada Water World Conference yang besar di Bali, besok itu bisa digunakan, atau kegiatan yang mem-bidding event-event sport besar, seperti FIFA World Cup," kata Sandi dikutip dari (5/10/2023).

Baca juga: Sandiaga Pastikan Dana Pariwisata Tak Diambil dari Tiket Pesawat

Selain konferensi, tambahnya, konser juga termasuk acara yang menjadi tujuan dana pariwisata.

Menurutnya, setelah dihitung, setiap acara-acara besar berskala internasional digelar, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 10-15 persen.

Ilustrasi konser, penonton konser.SHUTTERSTOCK/MELINDA NAGY Ilustrasi konser, penonton konser.

Diberitakan (8/7/2024) Sandiaga mengatakan bahwa dana Rp 2 triliun tersebut akan dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yaitu Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

"Jadi tidak ada pembebanan ke wisatawan, itu perlu digarisbawahi. (Dana Rp 2 triliun) itu bukan dana yang dikelola oleh kementerian, tapi dana yang dikelola oleh BPDLH," kata Sandi seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/7/2024).

Baca juga: Eropa Dilanda Musim Panas Ekstrem, Pariwisata Terdampak

Dana kepariwisataan ini, katanya, akan digunakan untuk mendanai event-event yang memiliki kriteria mampu mengangkat ekonomi, menggerakkan wisatawan, dan memiliki aspek keberlanjutan.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat