pesonadieng.com

Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara pada Maret 2024 Capai 1,04 Juta

Sejumlah wisatawan mancanegara melakukan ritual melukat atau pembersihan diri di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Rabu (24/4/2024). Ritual tersebut direncanakan masuk dalam agenda World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang akan diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024 mendatang.
Lihat Foto

- Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Maret 2024 mencapai angka 1,04 juta, tepatnya 1.041,86. Angka ini terpantau meningkat 19,86 persen dibanding periode Maret 2023.

"Kami ingin apresiasi ke semua pihak karena update wisatawan mancanegara pada Maret 2024 terus mengalami peningkatan menuju lebih dari satu juta kunjungan."

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam program The Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (6/5/2024).

Maka dari itu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari hingga Maret 2024 mencapai angka 3,031 juta. Jumlah tersebut meningkat 25,43 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023.

"Jadi kita on track, dan kita ingin targetkan 14,3 juta lebih kunjungan wisman," katanya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dari peningkatan kunjungan wisman tersebut, sekitar 31,5 persen wisman datang dari pintu udara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Baca juga:

Wisatawan Mancanegara Menginap Lebih Lama di Hotel Indonesia pada 2023

Wisatawan Mancanegara ke Bali Dikenakan Pungutan Mulai 14 Februari 2023

Disusul dengan kedatangan wisman melalui pintu udara Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten sekitar 33 persen. Sementara sisanya datang melalui pintu kedatangan di Kepulauan Riau.

"Potensinya ini justru ada di dua dan tiga (bandara), bagaimana mereka berbagi antara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan juga pintu-pintu lainnya," kata Sandi.

Adapun lima negara penyumbang wisman terbanyak ke Indonesia didominasi oleh negara tetangga, yaitu Malaysia (15,38 persen), Australia (11,92 persen), Singapura (11,52 persen), China (9,06 persen), dan Timur Leste (6,03 persen).

Baca juga:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat