pesonadieng.com

Sejarah Waduk Jatigede di Sumedang, Waduk Terbesar Kedua di Indonesia

Kenampakan Bendungan Jatigede atau juga dikenal sebagai Waduk Jatigede yang menjadi bendungan terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur.
Lihat Foto

- Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang merupakan salah satu danau buatan terbesar di Indonesia. 

Diresmikan pada tahun 2015, waduk seluas 4.983 hektar ini memiliki berbagai fungsi penting, seperti tempat menampung cadangan air, pengendali banjir, irigasi, dan pembangkit listrik tenaga air. 

Baca juga: Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Namun, sedikit yang mengetahui bahwa rencana pembangunan waduk ini sudah dimulai sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda.

Sejarah Waduk Jatigede

Dilansir dari laman resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, pada awalnya, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan tiga waduk di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, dengan Waduk Jatigede sebagai waduk utama yang paling besar. 

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

Namun, rencana tersebut awalnya ditolak oleh masyarakat Sumedang. Puluhan tahun kemudian, rencana pembangunan Waduk Jatigede kembali disuarakan.

Langkah pertama yang dilakukan adalah relokasi desa-desa yang berada di area pembangunan waduk.

Baca juga: Saat Surut, Waduk Jatigede Sumedang Tampak Seperti Kota Mati

Pada 31 Agustus 2015, waduk Jatigede diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. 

Dibangun dengan biaya anggaran mencapai Rp 6,5 triliun, Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur.

Fungsi Waduk Jatigede

Dilansir dari laman resmi Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang, Waduk Jatigede memiliki beragam fungsi, mulai dari sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) hingga sarana budidaya perikanan air tawar, olahraga air, dan rekreasi. 

Pada musim kemarau panjang tahun 2023 ini, air Waduk Jatigede di Sumedang, Jabar surut mencapai 49 persen. AAM AMINULLAH/KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Pada musim kemarau panjang tahun 2023 ini, air Waduk Jatigede di Sumedang, Jabar surut mencapai 49 persen. AAM AMINULLAH/

Selain itu, waduk ini difungsikan sebagai pusat pengairan untuk lahan pertanian produktif di beberapa kabupaten di Jawa Barat. 

Air dari Waduk Jatigede juga dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berdaya 110 Megawatt yang saat ini tengah dibangun oleh PT PLN (Persero). 

Baca juga: Penyebab Lautan Sampah di Waduk Jatigede, Terbawa Aliran Air dari Hulu

Selain itu, waduk ini juga akan memasok air bersih bagi warga sekitar dan meredam terjadinya banjir bagi kawasan di Jawa Barat.

Daya tarik Waduk Jatigede

Kini, Waduk Jatigede memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi warga Sumedang tetapi juga untuk area persawahan di sekitarnya. 

Secara pariwisata, waduk ini menawarkan panorama keindahan alam serta berbagai kegiatan menarik bagi wisatawan. 

Dengan berdirinya Monumen Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil di sisi waduk, Waduk Jatigede semakin menjadi daya tarik baru untuk masyarakat.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat