pesonadieng.com

Itinerary Seharian Napak Tilas G30S di Menteng Jakarta Pusat

Potret pengunjung museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi mengenakan pakaian sopan.
Lihat Foto

- Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau dikenal sebagai G30S, merupakan catatan kelam bagi Indonesia. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak tujuh Pahlawan Revolusi gugur di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Untuk mengenang para Pahlawan Revolusi yang gugur tersebut, kamu bisa mengunjungi sejumlah tempat bersejarah terkait peristiwa G30S. 

Baca juga:

Salah satu tempat napak tilas G30S adalah Kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur merupakan lokasi peristiwa berdarah tersebut. Wisatawan bisa menjumpai Monumen Pancasila Sakti untuk mengenang para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam G30S.

Namun ternyata, ada sejumlah tempat yang menjadi saksi G30S di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kamu bisa menjelajahinya dalam sehari, sekaligus mampir ke taman di kawasan Menteng.

merangkum itinerary seharian napak tilas G30S di Menteng, Jakarta Pusat, sebagai berikut.

1. Museum AH Nasution 

Diorama penyerbuan DR. A.H Nasution di kamarnya dapat dilihat di Museum DR. A. H Nasution, Jakarta, Selasa (26/9/2017)KOMPAS.COM/Wienda Putri Novianty Diorama penyerbuan DR. A.H Nasution di kamarnya dapat dilihat di Museum DR. A. H Nasution, Jakarta, Selasa (26/9/2017)

Kamu bisa memulai tur dengan mengunjungi Museum Abdul Haris (AH) Nasution yang berada di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini menjadi saksi bisu kisah tragis G30S.

Melansir dari (27/9/2020), rumah tersebut dulunya adalah kediaman Jenderal AH Nasution. Terdapat diorama penyerangan AH Nasution di kamar tidurnya, penodongan senjata kepada sang istri, dan penangkapan Lettu Pierre Tendean oleh pasukan Tjakrabirawa.

Ada pula diorama jenderal AH Nasution yang tengah mencoba kabur dari kejaran pasukan Tjakrabirawa dengan melompati tembok. Saat memasuki kamar tidur AH Nasution, pengunjung museum juga masih bisa melihat lubang-lubang bekas tembakan peluru.

Ajudan Jenderal AH Nasution, Lettu Pierre Tendean menjadi salah satu korban pada malam tersebut. Tragedi malam itu juga merenggut nyawa putri bungsu Jenderal AH Nasution, Ade Irma Suryani Nasution yang masih berusia lima tahun.

Jenderal AH Nasution berhasil selamat dari penculikan pasukan Cakrabirawa tersebut. Namun, mantan kepala Staf TNI Angkatan Darat tersebut, meninggal dunia pada 6 September 2000 lalu.

2. Kuliner Sunda Kelapa 

Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa menjadi pemandu tim  saat berkunjung./ Suci Wulandari Putri Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa menjadi pemandu tim saat berkunjung.

Sebelum melanjutkan perjalanan, kamu bisa santap siang di kuliner Sunda Kelapa. Lokasinya di sekitar Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng.

Jaraknya hanya sekitar 1,3 kilometer (km) atau 4 menit berkendara. Ada beragam makanan yang bisa kamu jumpai di kawasan ini. Mulai dari tongseng kambing, sate ayam, soto, nasi pecel, pecel lele, warteg, dan lainnya.

Adapula camilan seperti tahu gejrot, es doger, rujak buah, dimsum, dan lainnya. Kamu juga bisa mampir ke Masjid Agung Sunda Kelapa yang memiliki desain unik lantaran dibangun tanpa kubah.

Baca juga:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat