pesonadieng.com

5 Masjid di Aceh untuk Wisata Religi, Ada yang Selamat dari Tsunami

Masjid Raya Baiturrahman, salah satu ikon Kota Banda Aceh.
Lihat Foto

Pada 26 Desember 2004 lalu, gelombang tsunami menghantam Aceh dan menyebabkan ratusan ribu korban jiwa. Ribuan bangunan pun tak luput dari sapuan gelombang setinggi sekitar 30 meter tersebut. 

Namun, terdapat sejumlah masjid bersejarah di Aceh yang selamat dari hantaman tsunami. Masjid-masjid tersebut menjadi sorotan usai tsunami, lalu bangunannya pun direnovasi dan menjadi tempat wisata religi.

Baca juga: 18 Tahun Tsunami Aceh, Ini 7 Tempat untuk Mengenang Peristiwanya

Selain masjid yang bertahan dari gelombang tsunami, ada pula masjid yang memiliki sejarah panjang.

Selengkapnya, simak beberapa masjid bersejarah di Aceh yang bisa dijadikan tempat wisata religi berikut ini.

Masjid bersejarah di Aceh untuk wisata religi

1. Masjid Raya Baiturrahman

Pemandangan Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (29/11/2022)./NABILLA TASHANDRA Pemandangan Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (29/11/2022).

Masjid di Jalan Mohammad Jam Nomor 1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, ini memiliki memori tersendiri bagi warga Aceh dan muslim di Indonesia.

Selain arsitekturnya yang megah dan sejarahnya yang panjang karena sudah dibangun sejak 1612, Masjid Raya Baiturrahman termasuk bangunan yang "selamat" dari bencana tsunami.

Meskipun terjadi kerusakan di beberapa sisi, nyatanya gelombang tsunami tak melumpuhkan bangunan masjid secara keseluruhan.

Masjid yang dikenal sebagai icon Banda Aceh ini menjadi tempat wisata religi hingga saat ini.

Pengunjung bisa shalat di dalam masjid atau sekadar melipir ke halaman untuk berfoto dengan latar bangunan masjid.

Selama Ramadan 2024, Masjid Raya Baiturrahman menghadirkan imam dan penceramah berbeda setiap hari untuk shalat tarawih.

Baca juga:

2. Masjid Rahmatullah Lampuuk

Ilustrasi Masjid Rahmatullah Lampuuk di Aceh.Dok. Shutterstock/Azmil Umry Ilustrasi Masjid Rahmatullah Lampuuk di Aceh.

Masjid Rahmatullah Lampuuk pertama kali diresmikan pada 12 September 1997 oleh Gubernur Aceh pada waktu itu, Syamsudin Mahmud.

Sama halnya dengan Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Rahmatullah Lampuuk juga terkena gelombang tsunami Aceh pada 2004 lalu.

Bahkan, lokasi masjid ini lebih dekat dari bibir Pantai Lampuuk. Jaraknya tidak sampai satu kilometer.

Usai diterjang gelombang tinggi, Masjid Rahmatullah Lampuuk mengalami renovasi besar, termasuk pembangunan menara kembar.

Selain berwisata religi ke Masjid Rahmatullah Lampuuk, pengunjung juga bisa menjadikan masjid ini sebagai tempat untuk mengenang tsunami 20 tahun silam.

Masjid Rahmatullah Lampuuk berlokasi di Meunasah Lambaro, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Baca juga: Mengenang Tsunami Aceh di Desa Wisata Gampong Ulee Lheue

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat