pesonadieng.com

Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Naik, Ratusan Pendaki Gagal Gapai Atap Jawa Tengah

Kondisi kawah Gunung Slamet pada tahun 2015.
Lihat Foto

– Ratusan pendaki gagal menapakkan kakinya di Atap Jawa Tengah (puncak Gunung Slamet) pada Minggu (12/5/2024).

Hal itu disebabkan oleh peningkatan aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

“Kabar itu betul. Jadi ketika pendaki sudah naik pada Sabtu (11/5/2024), ada kabar dari badan geologi kalau aktivitas kegempaan naik, vulkanik naik,” kata pengelola Basecamp Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Saiful Amri kepada , Minggu (12/5/2024).

Baca juga: 8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Oleh karena itu, sambung dia, pihak Basecamp Bambangan tidak mau ambil risiko. Pendaki dilarang ke puncak dan diminta turun.

Meski begitu, pendaki yang sudah telanjur naik pada 11 Mei 2024 tidak langsung diminta turun. Mereka tetap bisa berkemah di Pos 5 via Bambangan yang biasa jadi tempat camping sebelum summit attack ke puncak pada dini hari.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh (@kompascom)

“Supaya pendaki bisa istirahat dulu dan karena tempat camping itu area aman,” sambung Saiful.

Ia melanjutkan, pada Minggu (12/5/2024), pendaki yang bersiap ke puncak dilarang oleh petugas dan diminta untuk turun.

Baca juga: Letusan Gunung Slamet Disebut Bisa Belah Pulau Jawa, Ini Kata PVMBG

Menurut Saiful, ada sekitar 329 pendaki Gunung Slamet via Bambangan yang gagal menuju puncak, baik mereka yang sudah berkemah di Pos 5, atau yang hendak naik pada Minggu pagi (12/5/2024).

Status Gunung Slamet tidak naik, pendakian tutup sementara

Meski terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, status Gunung Slamet tidak naik dan masih berada di level 2 atau waspada.

Gunung Slamet di Jawa Tengah mengalami peningkatan aktivitas sejak Kamis (19/10/2023) dan statusnya naik, dari Level I atau Normal menjadi Level II atau Waspada.
/ANGGARA WIKAN PRASETYA Gunung Slamet di Jawa Tengah mengalami peningkatan aktivitas sejak Kamis (19/10/2023) dan statusnya naik, dari Level I atau Normal menjadi Level II atau Waspada.

Peningkatan aktivitas vulkanik pun membuat pihak Basecamp Pendakian Gunung Slamet via Bambangan menutup sementara jalur pendakian.

“Pendakian sementara ditutup sampai aktivitas turun kembali,” sambung Saiful.

Baca juga: Ini Makna Tradisi Memasak Pepaya Muda Saat Aktivitas Gunung Slamet Meningkat

Pendaki yang berencana melakukan pendakian ke Atap Jawa Tengah pun diimbau mencari tahu info atau bertanya melalui akun Instagram pengelola pendakian Gunung Slamet, seperti @lingkargunungslamet_3428.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat